•   Beranda
  •   Hubungi
    Kontak :
    UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
    JALAN AMAL LAMA NO 1
    TARAKAN - KALIMANTAN UTARA
    0811 530 7023 / (0551) 2052558
    ubt@borneo.ac.id
SEMINAR NASIONAL HUMANIORA DAN SAINTEK LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Disela-sela kesibukan dalam melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan tetap peduli dengan pembangunan dan pengembangan sumberdaya laut tropis. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Seminar Nasional Humaniora dan Saintek pada hari kamis, 7 Desember 2017 bertempat di Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan. Kegiatan ini bertema 'Pembangunan Wilayah Perbatasan dan Pengembangan Smberdaya Laut Tropis'. Pada Seminar Nasional ini, LPPM Universitas Borneo Tarakan mencoba menghadirkan Menteri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia, Dr. (HC) Susi Pudjiastuti. Namun karena yang bersangkutan berhalangan hadir dikarenakan satu dan lain hal, maka beliau akan hadir di kegiatan LPPM yang akan datang.

Dalam petikan wawancara bersama Ketua LPPM Universitas Borneo Tarakan, Dr. Ing. Daud Nawir, S.T., M.T mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya sekuat tenaga untuk menhadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan namun Dr. (HC) Susi Pudjiastuti akan bersedia hadir jika kegiatannya dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pada awalnya Ibu Menteri berseda hadir, namun pada saat saya menjelaskan pelaksanaan seminar ini di kampus dan di aula, beliau menjawab jika kegiatannya di indoor, saya tidak akan hadir. Tetapi saya janji ke Mas Daud saya akan datang ke Tarakan dan akan melibatkan teman-teman panitia sebagai pelaksana kegiatan nanti, dan kegiatannya harus di ruang terbuka dan pesertanya harus nelayan, tutur beliau.

Rektor Universitas Borneo Tarakan melalui Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan mengatakan bahwa sesungguhnya Universitas Borneo Tarakan memiliki peran yang besar dalam pembangunan wilayah perbatasan yang ada di Kalimantan Utara. Hal iini dibuktukan dengan adanya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah perbatasan sebagai upaya untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya itu, pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) juga di laksanakan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) sebagai upaya untuk memeratakan kualitas pendidikan yang ada di wilayah perbatasan.

Dalam pelaksanaan Seminar Nasional ini, LPPM turut mengundang Endang Supriyani, M.M sebagai narasumber yang notabene merupakan Direktur Pengembangan Daerah Perbatasan Kementerian Desa PPDT Republik Indonesia. Selain itu LPPM juga menghadirkan Dr. H. Muhammad Yunus, M.Si sebagai narasumber juga. Dalam pemaparan materi, narasumber pertama menyampaikan materi tentang bagaimana cara membangun desa di kawasan perbatasan Kalimantan Utara. Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa saat ini Kemendes PPDT menyampaikan program-program prioritas pengembangan daerah perbatasan. Senada dengan Endang Supriyani, M.M, narasumber yang kedua yakni Dr. H. Muhammad Yunus, M.Si (Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Borneo Tarakan) juga memaparkan permasalahan yang dihadapi wilayah perbatasan. Adapun permasalahan terkait wilayah perbatasan yaitu dikarenakan rendahnya kualitas dan kuantitas infrastruktur yang ada di wilayah perbatasan. Kemudian kurangnya pengelolaan kawasan perbatasan sehingga akan berpotensi menjadi daerah rawan konflik. Selain itu dengan kualitas sumberdaya manusia yang masih relatif rendah membuat sumbaerdaya alam belum digunakan untuk kepentingan pembangunan wilayah perbatasan, namun lebih bersifat exploratif yang hanya menguntungkan pihak tertentu.

Sebagai provinsi baru, Kalimantan Utara memiliki beberapa potensi yang layak dikembangkan. Pada dasarnya Kalimantan Utara merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga baik itu wilayah darat maupun laut. Kalimantan Utara telah memiliki Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang terletak di Kota Tarakan, Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKNS) yang terletak di Simaggaris, Nunukan, Long Midang, dan Long Nawang yang dapat dijadikan central untuk memulai dan melaksanakan pembangunan di wilayah perbatasan. Selain itu melimpahnya sektor perikanan, kelautan, dan keanekaragaman hayati yang ada di hutan dan laut Kalimantan Utara bisa menjadi potensi yang cukup menjanjikan untuk pembangunan wilayah perbatasan sesuai program nawacita yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia.

Adapun konsep untuk pembangunan wilayah perbatasan yang ada di Kalimantan Utara dapat dilakukan dengan cara mengekploitasi dan memanfaatkan sumberdaya alam yang melimpah secara tepat guna. Lalu pemangku kebijakan harus menyadari bahwa sesungguhnya pembangunan wilayah perbatasan yang ada di Kalimantan Utara merupakan upaya pembangunan nasional. Nilai strategis yang ada di Kalimantan Utara akan menjadi pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat yang terlibat di dalamnya. Selain itu pembangunan sumberdaya manusia juga harus terus digalakkan dan terdayagunakan secara maksimal dengan upaya memberi kesempatan kepada masyarakat untuk turut berperan serta dan menikmati hasil pembangunan di perbatasan. (gj10)

SEMINAR NASIONAL HUMANIORA DAN SAINTEK LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN - UBT

UBT WEB STATS - StatCounter

LEMBAGA & UNIT

FAKULTAS

KONTAK

JALAN AMAL LAMA NO 1, TARAKAN KALIMANTAN UTARA, Telp / Fax: 0811 530 7023 / (0551) 2052558, email: ubt@borneo.ac.id

Copyright@universitas borneo All Rights Reserved